Pesawat “Fokker 27” vs Situ Gintung

Lagi – lagi Indonesia terkena/tertimpa bencana yang memakan 24 korban jiwa yang semuanya adalah TNI AU. Belum beberapa hari Indonesia berduka lewat jebolnya tanggul situ gintung di Tanggerang yang juga membuat trauma dan dukacita saudara- saudara kita yang menjadi korban.

Belum selesai satu masalah, datang lagi masalah baru. Setelah akhir-akhir tahun ini Indonesia telah mengalami banyak kecelakaan pesawat terbang, kali ini giliran pesawat “Fokker 27” milik TNI Angkatan Udara yang mengalami kecelakaan.

Pesawat Fokker 27 milik TNI Angkatan Udara (AU) jatuh di landasan udara (Lanud) Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. 24 Orang tewas dalam peristiwa naas ini. Berikut kronologi tragedi tersebut:

Pukul 06.30 WIB, pesawat tersebut berangkat dari Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur. Pesawat yang berisi 6 orang awak tersebut bertujuan untuk melakukan misi penerjunan.

“Misi ini sudah dilakukan secara periodik,” ujar Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Bambang Sulistyo saat jumpa pers di Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (6/4/2009).

Pada pukul 13.04 WIB, pesawat dilaporkan jatuh. Sebelum jatuh, pesawat menabrak hangar ACS milik PT Dirgantara Indonesia (DI) terlebih dahulu, hingga akhirnya terbakar.

“Tidak ada laporan tentang korban di luar TNI AU,” tambahnya.

Menurut Bambang, pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan. Namun berdasarkan pengalaman, ada 4 faktor yang bisa menyebabkan sebuah pesawat jatuh.

“Kecelakaan bisa disebabkan oleh 4 faktor, oleh manusia, media atau lingkungan, mesin dan sistem,” jelasnya.

Hingga pukul 20.00 WIB, korban masih diidentifikasi. Dari 24 korban, baru 5 yang berhasil dikenali identitasnya. “Nanti kalau ada perkembangan lain akan kita sampaikan,” pungkasnya.

Akhir kata semoga masalah ini cepat terjawab dan terjelaskan.
Ke-18 jenazah korban pesawat nahas Fokker 27 milik TNI AU yang jatuh kemarin telah diterbangkan dari Bandara Hussein Sastranegara, Bandung sekira pukul 07.15 WIB.

Keberangkatan abdi negara ke daerah asalnya ini dilepas dengan upacara militer yang dipimpin Mayor Kodri dari Dansad Dikpurat TNI AU.

“Mereka dibawa ke daerah asal masing-masing,” kata Kapuspen TNI AU Letkol Nairiza kepada wartawan di Bandung, Selasa (7/4/2009)

Menurutnya, delapan jenazah dibawa dengan pesawat Hercules jenis H-1310 dengan rute Yogyakarta dan Padang. Sementara sisanya dibawa dengan pesawat jenis H-1320 yang diterbangkan pilot Mayor Purwanto dengan rute Madiun-Surabaya-Makassar.

“Pesawat H-1320 juga membawa jenazah Kapten Penerbang I Gede Agustirta Santosa dari Lanud Halim Perdana Kusumah,” ujarnya.

Pesawat TNI Angkatan Udara jenis Fokker-27 jatuh dan menimpa hanggar milik PT Dirgantara Indonesia di Bandung, Jawa Barat, Senin siang, kemarin.

Sebanyak 24 orang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut yakni enam awak pesawat dan 18 penumpangnya yakni pasukan khusus (Paskhas) dan siswa diklat para lanjut Tempur TNI AU.

Sumber : http://www.okezone.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: